MACAM – MACAM DINDING

Standard

Dinding adalah salah satu elemen bangunan yang berfungsi memisahkan/ membentuk ruang. Dilihat dari segi struktur dan konstruksi, dinding ada yang berupa dinding partisi/ pengisi (tidak menahan beban) dan ada yang berupa dinding struktural (bearing wall).
Dinding pengisi/ partisi yang sifatnya non struktural harus diperkuat dengan rangka (untuk kayu) dan kolom praktis-sloof-ringbalk (untuk bata).
Dinding dapat dibuat dari bermacam-macam material atau bahan sesuai dengan kebutuhannya, contoh-contoh dinding adalah :
1. Dinding beton (struktural – dinding geser, pengisi – clayding wall/ beton pra cetak)
2. Dinding dari batu buatan : bata dan batako
3. Dinding kayu: kayu log/ batang, papan dan sirap
4. Dinding batu alam/ batu kali

1. DINDING BETON
Penggunaan blok beton sudah dikenal sejak jaman pembangunan piramid-piramid di Mesir, kuil-kuil tua Yunani dan dinding-dinding bangunan Kerajaan Romawi. Dan seperti yang kita ketahui, bangunan-bangunan tua yang didirikan dengan blok beton ini banyak yang masih bertahan dengan kokoh hingga saat ini. Ini menunjukkan salah satu kelebihan blok beton dibandingkan dengan material bangunan lainnya.

Image

Dahulu blok beton dapat digunakan untuk membuat dinding pengganti bata merah, namun karena bobot dari blok beton ini lebih berat dari bata merah maka akan berpengaruh pada besarnya struktur. Seiring dengan majunya teknologi bahan bangunan, diciptakan bata ringan yang mempunyai kualitas lebih baik di bandingkan blok beton. Mempertimbangkan untuk menggunakan bata ringan untuk membangun dinding rumah Anda juga? Bagaimana jika Anda cermati terlebih dahulu kelebihan dan kekurangan bata ringan di bawah ini.

Kelebihan blok beton:
• Bata ringan memiliki sifat yang tahan api. Tidak hanya api, bata ringan juga bersifat tahan terhadap cuaca ekstrim. Entah itu badai, panas menyengat, angin kencang, hingga cuaca di bawah nol derajat.
• Untuk penggunaan rumah, dinding bata ringan juga bebas lumut, jamur, ngengat, dan tentunya bebas pengeroposan.
• Dinding yang terbuat dari bata ringan juga kedap suara, sehingga cocok untuk Anda yang memiliki rumah di daerah perkotaan yang cenderung lebih bising.
• Dinding beton terbilang berukuran besar, namun membuat bangunan lebih cepat selesai didirikan. Tanpa terasa bangunan Anda pun sudah setengah jadi.

Namun, bata ringan juga memiliki kekurangan yang juga perlu Anda catat sebagai bahan pertimbangan. Proses pembuatan bata ringan ini dilakukan secara pabrikasi sehingga permukaannya lebih halus di bandingkan permukaan pada bata merah biasa. Karena itu, pada saat aplikasi plester kadang kala adukan tidak dapat menempel sempurna kadangkala dibutuhkan trik khusus agar aplikasi plester lebih mudah.
Permukaan bata ringan jauh lebih halus dibandingkan bata merah, sehingga untuk pekerjaan pasangan dan plesteran pada permukaan bata ringan diperlukan produk yang berkualitas.

2. DINDING BATU BUATAN:
A. DINDING BATA
Dinding bata merah terbuat dari tanah liat/ lempung yang dibakar. Untuk dapat digunakan sebagai bahan bangunan yang aman maka pengolahannya harus memenuhi standar peraturan bahan bangunan Indonesia NI-3 dan NI-10 (peraturan bata merah). Dinding dari pasangan bata dapat dibuat dengan ketebalan 1/2 batu (non struktural) dan min. 1 batu (struktural).
Dinding pengisi dari pasangan bata 1/ 2 batu harus diperkuat dengan kolom praktis, sloof/ rollag, dan ringbalk yang berfungsi untuk mengikat pasangan bata dan menahan/ menyalurkan beban struktural pada bangunan agar tidak mengenai pasangan dinding bata tsb. Pengerjaan dinding pasangan bata dan plesterannya harus sesuai dengan syarat-syarat yang ada, baik dari campuran plesterannya maupun teknik pengerjaannya. (Materi Pasangan Bata)

Image

B. DINDING BATAKO

Image

Batako merupakan material untuk dinding yang terbuat dari batu buatan/ cetak yang tidak dibakar. Terdiri dari campuran tras, kapur (5 : 1), kadang – kadang ditambah PC. Karena dimensinya lebih besar dari bata merah, penggunaan batako pada bangunan bisa menghemat plesteran 75%, berat tembok 50% – beban pondasi berkurang. Selain itu apabila dicetak dan diolah dengan kualitas yang baik, dinding batako tidak memerlukan plesteran+acian lagi untuk finishing.
• Prinsip pengerjaan dinding batako hampir sama dengan dinding dari pasangan bata,antara lain:
• Batako harus disimpan dalam keadaan kering dan terlindung dari hujan.
• Pada saat pemasangan dinding, tidak perlu dibasahi terlebih dahulu dan tidak boleh direndam dengan air.
• Pemotongan batako menggunakan palu dan tatah, setelah itu dipatahkan pada kayu/ batu yang lancip.
• Pemasangan batako dimulai dari ujung-ujung, sudut pertemuan dan berakhir di tengah – tengah.
• Dinding batako juga memerlukan penguat/ rangka pengkaku terdiri dari kolom dan balok beton bertulang yang dicor dalam lubang-lubang batako. Perkuatan dipasang pada sudut-sudut, pertemuan dan persilangan.

3. DINDING KAYU 

Image

A. DINDING KAYU LOG/ BATANG TERSUSUN
Kontruksi dinding seperti ini umumnya ditemui pada rumah-rumah tradisional di eropa timur. Terdiri dari susunan batang kayu bulat atau balok. Sistem konstruksi seperti ini tidak memerlukan rangka penguat/ pengikat lagi karena sudah merupakan dinding struktural.

B. DINDING PAPAN
Dinding papan biasanya digunakan pada bangunan konstruksi rangka kayu. Papan digunakan untuk dinding eksterior maupun interior, dengan sistem pemasangan horizontal dan vertikal. Konstruksi papan dipaku/ diskrup pada rangka kayu horizontal dan vertikal dengan jarak sekitar 1 meter (panjang papan di pasaran ± 2 m, tebal/ lebar beraneka ragam : 2/ 16, 2/20, 3/ 25, dll). Pemasangan dinding papan harus memperhatikan sambungan/ hubungan antar papan (tanpa celah) agar air hujan tidak masuk. Selain itu juga harus memperhatikan sifat kayu yang bisa mengalami muai dan susut.

C. DINDING SIRAP
Dinding sirap untuk bangunan kayu merupakan material yang paling baik dalam penyesuaian terhadap susut dan muai. Selain itu juga memberikan perlindungan yang baik terhadap iklim, tahan lama dan tidak membutuhkan perawatan. Konstruksi dinding sirap dapat dipaku (paku kepala datar ukuran 1”) pada papan atau reng, dengan 2 – 4 lapis tergantung kualitas sirap. (panjang sirap ± 55 – 60 cm).

4. DINDING BATU ALAM :
Dinding batu alam biasanya terbuat dari batu kali utuh atau pecahan batu cadas. Prinsip pemasangannya hampir sama dengan batu bata, dimana siar vertikal harus dipasang selang-seling. Untuk menyatukan batu diberi adukan (campuran 1 kapur : 1 tras untuk bagian dinding dibawah permukaan tanah, dan ½ PC : 1 kapur : 6 pasir untuk bagian dinding di atas permukaan tanah). Dinding dari batu alam umumnya memiliki ketebalan min. 30 cm, sehingga sudah cukup kuat tanpa kolom praktis, hanya diperlukan.

Image

SUMBER: http://rumahrich88.blogspot.com/2012/06/macam-macam-dinding.html

Advertisements

MATERIAL FINISHING PLAFON

Standard

1.) Plafon Gypsum mudah ditemukan dengan harga yang murah dan variatif tergantung dari ketebalan dan merek. Plafon Gypsum banyak variasi aksesori dan hiasan, mulai dari lisplang, hiasan tengah, hiasan sudut dll. Dan bila pengerjaannya rapih bisa menghasilkan plafon yang licin mulus tanpa terlihat sambungan. Disamping itu, perbaikan plafon gypsum mudah dilakukan. Itulah alasan semakin populernya penggunaan plafon gypsum menggantikan plafon triplek. Namun Plafon Gypsum juga memiliki kelemahan, dimana tidak semua tukang bisa mengerjakannya, perlu keahlian khusus. Selain itu, sisi negatifnya tidak tahan terhadap air, mudah timbul noda hitam atau bahkan bisa hancur bila sering terkena air. Sehingga bila direncanakan mengaplikasikan gypsum, konstruksi atap rumah harus benar-benar tidak boleh bocor.

Image

 

2.) Bahan Triplek, harga relatif murah dengan berbagai macam ketebalan. Ketebalan yang layak untuk plafon sebenarnya 4mm, kalau bisa 5mm, tetapi karena harga kayu sudah tidak rasional, konsumen dipaksa membeli ketebalan 3mm bahkan 2,5mm. Pemasangan juga lebih mudah tidak perlu ahli khusus. Pemasangan plafon ini dapat dipasang lembaran tanpa dipotong-potong maupun dapat dibagi menjadi empat bagian supaya lebih mudah dalam penataan dan pemasangannya. Karena bahannya yang ringan memudahkan pengguna dalam perbaikan apabila terjadi kerusakan untuk menggantinya. Kelemahan Plafon ini mudah hancur apabila terkena air atau dimakan rayap. Dan biasanya agar lebih indah perlu finishing dengan cat kayu atau wallpaper. Plafon triplek bila sudah terkena air akibat kebocoran, langsung ternoda dan sulit untuk di cat tembok (emulsi) agar kembali indah seperti semula. Bila sudah ternoda biasanya diakali dengan cat minyak, baru ditimpa cat tembok.

Image

 

3.) Bahan Fiber Semen, yaitu perpaduan Gypsum dengan triplek dimana mempunyai kelebihan dan kelemahan yang sama. Dari segi harga Fiber Semen lebih murah dari Gypsum. Bahan ini cenderung lebih keras dan lebih berat sehingga harus hati-hati sewaktu memotong karena mudah retak. Sifatnya yang keras dan kuat sangat cocok untuk diaplikasikan sebagai plafon, apalagi tidak mudah ternoda oleh kebocoran. Keunggulan plafon GRC tahan terhadap air, lebih kuat, dan ringan. Proses pengerjaanya cukup mudah. Namun Kelemahannya tak tahan benturan. Material GRC di beberapa daerah masih jarang di jumpai.

Image

 

4.) Bahan PVC, terbuat dari Plastik Poly Vinyl Chloride, plafon PVC ini tahan terhadap air dan rayap, sehingga dapat di aplikasikan di area indoor ataupun outdoor. Teknik pemasangannya pun mudah yaitu dengan system knockdown. Plafon PVC pada umumnya sudah dengan finishing warna dan motif sehingga tidak perlu tambahan pekerjaan dan biaya cat. Namun harga memang lebih mahal dibandingkan dengan bahan Gypsum dan Triplek karena kualitasnya yang jauh lebih bagus.

Image

5.) Plafon Asbes
Asbestos atau panggilan akrabnya asbes, merupakan gabungan enam mineral silikat alam. Asbes biasa digunakan sebagai atap rumah karena memiliki beberapa keuntungan, diantaranya: harga yang murah, ringan, pengerjaan mudah, tahan terhadap panas, kedap suara,dan rumah beratap asbes pun akan terasa sejuk. Sebenarnya, asbes membahayakan tubuh, bila ada bagian yang rusak. Bagian yang rusak ini akan menyebabkan serat yang menyusun asbes terlepas ke udara. Serat tipis yang beterbangan di udara dan terhirup manusia itulah yang membahayakan. Plafon asbes sedapat mungkin dihindarkan, karena berisiko tinggi terhadap penyakit paru-paru yang berbahaya. Partikel asbestos yang sangat halus bila terhirup akan mengendap di paru-paru dan memicu asbesklorosis, Mesothelioma, hingga Kanker.

Image

SUMBER:

http://kangbang-lampung.blogspot.com/2013/05/berbagai-macam-jenis-plafon-dengan.html

http://desainrumahgratis.blogspot.com/2012/09/artikel-plafon-berbagai-macam-jenis.html

PENUTUP LANTAI BUATAN DARI KERAMIK DAN TANAH LIAT

Standard

A. Keramik
Terbuat dari tanah liat yang dibakar. Tahan lama, tahan air,perawatannya mudah, ukuran & motif beragam, harga variatif. Contoh Merk : Roman, Asia, Mulia,Ikad, KIA, Masterina, Arwana d.

Image

B. Mozaik
Keramik mosaic adalah jenis keramik tile yang dibentuk dari potongan keramik-mozaik potongankeramik berukuran kecil (mosaic), yang selanjutnya akan dirangkai membentuk pola tertentu sesuai dengan desain yang diinginkan. Mosaic sangat fleksibel untuk diolah menjadi aneka desain, sesuai dengan berbagai gaya interior, baik minimalis, klasik ataupun etnik.

Image

C. Terakota
Jenis penutup lantai ini terbuat dari tanah liat. Cirikhas yang paling unik adalah warnanya menyerupai tanah, coklat keoranyean. Memberi kesan hangat, natural

Image

D. Tegel
Ubin / tegel jenis penutup lantai yang sudah tegel-ubin ada sebelum ada keramik. Banyak dipakai di rumah-rumah tua. Karena warnanya didominasi warna-warna tanah, penampilannya terlihat natural. Saat ini dipakai untuk rumah yang berkonsep tradisional, rustic atau modern eklektik. Tidak tahan air, supaya awet harus diberi glasir / coating

Image

E. Teraso
Jenis Penutup lantai teraso permukaannya dibuat menyerupai batu alam. Ciri khas lantai teraso adalah tampak butiran-butiran pecahan halus batu alam marmer atau granit atau agregat lain yang menawan. Bisa sebagai pengganti lantai marmer/granit yang mahal. Pembuatannya bisa dicor langsung di tempat atau bentuk tile. Keindahan warna dan pola permukaan bisa di desain sesuai keinginan dan kebutuhan.

Image

SUMBER:

http://www.architecchi.com/jenis-penutup-lantai.html

http://membangun-rumah8870.blogspot.com/2012/08/macam-macam-penutup-lantai.html

PENUTUP LANTAI PARKET / KAYU

Standard

A. Parket Kayu Solid
Jenis penutup lantai kayu parket/parquet solid adalah bahan material yang terbuat dari 100% kayu utuh serta kayu yang kuat, keras dan memiliki serat
Parket Kayu Solid wood yang indah sehingga cocok digunakan untuk lantai. Kayu-kayu tersebut antara lain: jati, merbau, ulin, kempas, sonokeling dsb. lantai kayu parket/parquet memiliki sejenis lidah dan mulut/tongue & groove (T&G) pada keempat sisinya, ini berguna untuk mengunci antara batangan satu dengan batangan lainnya pada saat pemasangan, sehingga pabrik dapat membentuk T&G pada parket solid yang sudah berbentuk Lam menggunakan mesin khusus. Setelah itu pabrik menyediakan parket/parquet solid yang belum difinishing dan yang sudah difinishing menggunakan teknologi Ultra Violet (UV). Jadi apabila Anda membeli parket/parquet solid baik itu berbentuk Lam maupun T&G yang belum difinishing sudah pasti harganya lebih murah dibanding dengan yang sudah difinishing, namun setelah parket/parquet tersebut terpasang dengan rapi Anda perlu mengeluarkan biaya lagi untuk finishing yang biasanya menggunakan polyurethane dan seringkali biaya yang dikeluarkan lebih besar dibanding membeli parket solid yang sudah difinishing pabrik. Selain itu jika Anda membeli parket solid yang sudah difinishing pabrik ini akan memudahkan Anda karena Anda hanya perlu memasangnya, kelebihan lain dari parket solid yang sudah difinishing pabrik adalah ramah lingkungan karena tidak menimbulkan bau cat pernish pada saat penyemprotannya

Image

B. Parket Lapis

Parket ini dibuat dari potongan-potongan kecil kayu. Seluruh body parket ini berasal dari satu jenis kayu saja, antara lain: jati, sonokeling, merbau, oak dan lain-lain Parket lapis / Engineered Wood Flooring Engineering parquet. lapisan atasnya hanya berupa lapisan tipis (veneer) sedangkan bagian bawahnya dapat berupa jenis Multiplek atau ply wood atau sering juga disebut kayu lapis. Dengan proses engineering, Veneer ini di tempelkan pada salah satu permukaan multiplek. Proses penempelan ini menggunakan mesin industrial khusus dan bahan lem yang berkualitas tinggi sehingga mendapatkan daya rekat yang sangat kuat dan tahan terhadap air. Pada prinsipnya, engineering flooring merupakan lantai kayu yang berasal dari material kayu asli yang dibuat berlapis. Selain dapat memberi kehangatan pada suatu ruangan, melalui kehadirannya mampu pula menambah estetika sebuah hunian

Image

C. Parket Laminate
Jenis penutup lantai ini berupa lapisan atas terbuat dengan system printing ( cetakan ) dalam bentuk Parket Laminate-HDF lembaran, dengan print motif marmer, granit atau kayu yang dilaminasi. Lembaran hasil cetakan ditempelkan pada dasar bahan sintesis / kayu olahan / serbuk dipres seperti HDF ( High Density Fiberboard ) dan plywood. Tampilan seindah material aslinya. Karena bahannya bisa disebut artificial, harga parket laminate paling murah. Selalu dijual dalam kondisi sudah diberikan lapisan pelindung / finishing. Contoh Merk : Legacy, Mercury, lamiTak dll.

Image

SUMBER:

http://www.architecchi.com/jenis-penutup-lantai.html

http://membangun-rumah8870.blogspot.com/2012/08/macam-macam-penutup-lantai.html

PENUTUP LANTAI ALAM

Standard

A. Marmer
Marmer adalah batuan kristalin kasar yang berasal dari batu gamping atau dolomit. Marmer yang murni berwarna putih dan terutama disusun oleh mineral marmer kalsit. Marmer atau batu pualam merupakan batuan hasil proses metamorfosa atau malihan dari batu gamping. Pengaruh suhu dan tekanan yang dihasilkan oleh gaya endogen menyebabkan terjadi rekristalisasi pada batuan tersebut membentuk berbagai foliasi mapun non foliasi. Akibat rekristalisasi struktur asal batuan membentuk tekstur baru dan keteraturan butir. Marmer Indonesia diperkirakan berumur sekitar 30–60 juta tahun atau berumur Kuarter hingga Tersier. campuran warna yang berbeda dapat mempunyai pita-pita warna. kristal-kristalnya sedang sampai kasar,jika ditetesi asam akan mengeluarkan bunyi mendesis. Contoh Merk : Marmer Lampung, Tulungagung, Bandung, Padalarang, Citatah dll.

Image

B. Granit
Granit adalah jenis batuan intrusif, felsik, igneus. Granit kebanyakan besar, keras dan kuat, dan oleh karena itu banyak digunakan sebagai batuan untuk konstruksi. Kepadatan rata-rata granit adalah 2,75 gr/cm³ dengan jangkauan antara 1,74 dan 2,80. Kata granit berasal dari bahasa Latin granum

Image

C. Batu Kapur
Batu kapur (limestone) dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu secara organik, secara Batu-Kapur-Limestone mekanik, atau secara kimia.Sebagian besar batu kapur yang terdapat di alam terjadi secara organik, jenis ini berasal dari pengendapan cangkang/rumah kerang dan siput, foraminifera atau ganggang, atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang. Batu kapur dapat berwarna putih susu, abu muda, abu tua, coklat bahkan hitam, tergantung keberadaan mineral pengotornya.
Penggunaan batu kapur sudah beragam diantaranya untuk bahan kaptan, bahan campuran bangunan, industri karet dan ban, kertas, dan lain-lain

Image

D. Batu Alam / Bata Tempel
Batu bata merupakan material bangunan yang paling banyak bisa kita jumpai. Dan meng-ekspose batu bata pada dinding adalah inovasi yang paling mungkin,karena bukannya bahan dinding tersusun dari susunan batu bata. Tapi perlu diingat bahwa tidak semua batu bata bisa nampak indah bila di ekspose. Batu bata yang bisa di ekspose memang adalah batu bata hias atau yang lebih dikenal dengan bata press yang mempunyai ukuran yang lebih presisi, lebih kuat, lebih padat, pori lebih kecil, permukaan halus dan warnanya lebih indah serta tentunya lebih mahal daripada batu bata biasa. Sedangkan batu bata biasa pori lebih besar, ukuran tidak presisi dan bentuk tidak rapi, mudah pecah. Batu Paras, Batu Andesit (Lempeng), Batu Palimanan (Yogya), Batu Candi (Borubudur), Batu Wonosari, Batu Denpasar (Bali) dll

Image

SUMBER:

http://www.architecchi.com/jenis-penutup-lantai.html

http://membangun-rumah8870.blogspot.com/2012/08/macam-macam-penutup-lantai.html

DINDING KERAMIK

Standard

Dinding kini tidak hanya berperan sebagai pemisah antar ruang. Suasana berbeda dapat ditampilkan dengan menampilkan motif-motif menarik pada dinding. Motif dinding tidak hanya bisa Anda dapatkan dengan memasang wallpaper pada dinding, tetapi kini keramik juga memiliki berbagai motif yang tidak kalah dengan wallpaper. Dengan berbagai motif dan teknik pemasangan yang baik, keramik dapat memberi aksen yang menarik pada dinding ruangan di rumah Anda.

A. Keramik Khusus Dinding
Keramik yang digunakan untuk melapisi dinding berbeda dengan keramik lantai. Karena tidak digunakan untuk menopang benda yang berat seperti keramik lantai, keramik dinding lebih tipis dibandingkan dengan keramik lantai. Keramik dinding yang tidak tebal juga memudahkan agar keramik mudah menempel pada dinding dan tidak mudah lepas akibat terlalu berat. Hal ini mengingat keramik tidak dipasang di bawah, melainkan akan dipasang pada bagian atas yang akan sangat dipengaruhi gaya gravitasi.
Pada umumnya, dinding keramik diaplikasikan pada dinding kamar mandi atau dapur. Namun, kini motif yang beragam membuat keramik tampil indah dan mampu menghiasi dinding layaknya wallpaper. Tidak hanya berbagai aneka warna yang menarik, motif keramik dinding juga semakin beragam, bahkan Anda dapat menyesuaikannya dengan berbagai pilihan tema keramik. Anda dapat menemui keramik dengan motif kayu, tanaman, poladot atau motif lain. Inilah yang membuat kehadirannya tidak lagi terasa monoton dan semakin banyak dipilih di samping berbagai kelebihan yang dimilikinya.

B. Kelebihan Keramik Dinding
Melapisi dinding dengan keramik memiliki berbagai kelebihan, di antaranya:
• Lebih tahan lama
Keramik dibuat dengan bahan yang homogen dan melalui pembakaran sampai lebih dari 1200o Celcius. Proses ini membuat.keramik menjadi bahan yang kuat tidak mudah rusak. Berbeda dengan wallpaper yang dapat mudah robek atau cat yang mudah terkelupas.

• Mudah dibersihkan
Keuntungan lain dari dinding keramik adalah keramik mudah dibersihkan. Sama seperti jika Anda membersihkan lantai keramik, dinding keramik mudah dibersihkan dengan menggunakan air dan pembersih lantai sehingga noda-noda dapat hilang dan dinding kembali bersih.
• Dinding tidak perlu dihaluskan dengan aci
Karena akan ditempel keramik, dinding yang telah jadi tidak perlu dihaluskan dengan lapisan aci atau semen. Ini dapat menghemat penggunaan semen.

C. Apa yang Harus Diperhatikan?
Sedangkan, beberapa kesulitan atau kelemahan yang ditemui dari dinding keramik antara lain:
• Lebih mahal
Harga untuk keramik dinding per meter persegi berkisar Rp 40.000,- sampai Rp 50.000,-. Ini berarti biaya yang dikeluarkan 2-3 kali lebih mahal dibandingkan melapisi dinding dengan wallpaper atau cat.
• Keahlian khusus
Untuk memasang keramik pada dinding, diperlukan keahlian khusus. Pemasangan lebih sulit karena bidang yang dipasang tegak lurus dari lantai sehingga perlu ketelitian dan keahlian dalam pengerjaannya agar keramik dapat terpasang lurus dan rata. Hal ini juga mengakibatkan biaya yang Anda keluarkan untuk tukang lebih banyak karena waktu yang dibutuhkan lebih lama.
Teknik lain dalam memasang keramik dinding adalah dengan model mosaik. Untuk membentuk mosaik, pemasangan keramik memperhatikan permainan warna gelap dan terang, membentuk pola yang sama dan akhirnya membentuk rangkaian atau gambar tertentu. Untuk membuat mosaik harus didesain dulu bagaimana tampilan yang ingin dihasilkan.
Melapisi dinding ruangan rumah dengan keramik dapat menjadi salah satu cara memperindah ruangan selain manfaat tahan lama yang dapat Anda peroleh.

SUMBER:

Perencanaan Dan Pengaturan Ruangan Berdasarkan Arah Sinar Matahari

Standard

Kita semua tentu mengerti bahwa matahari bergerak dari timur ke barat selama 12 jam setiap hari. Sinarnya yang melimpah itu dapat membawa banyak manfaat bagi manusia, termasuk pada rumah. Tapi jika tidak ditangani dan dimanfaatkan dengan benar, sinar matahari justru akan menimbulkan ketidaknyamanan karena berpotensi meningkatkan suhu didalam ruangan. Untuk itu ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk menentukan posisi ruang dan bukaan-bukaan berdasarkan arah sinar matahari.

 a. Ruang Tidur

Agar sinar matahari pagi dapat masuk ke ruang ini, letakkan ruang tidur di sebelah tenggara sampai timur laut. Sinar yang masuk membuat anda tidak malas bangun pagi. Selain itu, sisi ini tidak menerima panas sore hari sehingga nyaman jika digunakan untuk beristirahat.

b. Ruang Keluarga, Rg Tamu, dan Rg Makan
Ruang bersama sebaiknya berada disisi barat laut atau barat daya. Pada posisi ini ruang akan mendapatkan penerangan alami dan hangat. Tapi untuk mengurangi panas pada sisi barat, perlu adanya pengolahan khusus misalnya pemakaian material peredam panas atau pemakaian kisi-kisi angin.

c. Kamar Mandi
Biasanya kamar mandi adalah area yang tingkat kelembaban-nya tinggi, maka area ini paling baik jika mendapat sinar matahari langsung. Letakkan kamar mandi pada sisi barat atau timur.

d. Dapur
Dapur dengan peralatan memasaknya berpotensi menjadi ruang bersuhu tinggi, maka pilihan terbaik adalah pada sisi utara atau selatan.

e. Ruang Penunjang/ Servis
Ruang ini memang menjadi prioritas kedua setelah ruang-ruang utama telah terlebih dulu ditempatkan. Sisi barat yang kurang nyaman bagi manusia-karena terlalu panas-menjadi tempat ideal untuk ruang cuci dan jemur, agar tidak lembab dan cucian cepat kering.

f. Bukaan-bukaan
Secara umum, bukaan seperti pintu atau jendela sebaiknya berada di sebelah utara atau selatan karena tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Jika terpaksa bukaan pintu dan jendela berada pada posisi utara atau selatan, maka dapat ‘diakali’ dengan meng-install tirai (shade atau blind) pada bukaan pintu atau jendela yang materialnya dominan kaca. Sehingga intensitas cahaya matahari yang masuk kedalam rumah atau ruangan dapat diatur sedemikian rupa.

 

SUMBER:

http://architectaria.com/membangun-rumah-yang-sehat-sirkulasi-udara-dalam-ruangan-serta-pengaturan-ruang-berdasarkan-sinar-matahari.html