PENUTUP LANTAI ALAM

Standard

A. Marmer
Marmer adalah batuan kristalin kasar yang berasal dari batu gamping atau dolomit. Marmer yang murni berwarna putih dan terutama disusun oleh mineral marmer kalsit. Marmer atau batu pualam merupakan batuan hasil proses metamorfosa atau malihan dari batu gamping. Pengaruh suhu dan tekanan yang dihasilkan oleh gaya endogen menyebabkan terjadi rekristalisasi pada batuan tersebut membentuk berbagai foliasi mapun non foliasi. Akibat rekristalisasi struktur asal batuan membentuk tekstur baru dan keteraturan butir. Marmer Indonesia diperkirakan berumur sekitar 30–60 juta tahun atau berumur Kuarter hingga Tersier. campuran warna yang berbeda dapat mempunyai pita-pita warna. kristal-kristalnya sedang sampai kasar,jika ditetesi asam akan mengeluarkan bunyi mendesis. Contoh Merk : Marmer Lampung, Tulungagung, Bandung, Padalarang, Citatah dll.

Image

B. Granit
Granit adalah jenis batuan intrusif, felsik, igneus. Granit kebanyakan besar, keras dan kuat, dan oleh karena itu banyak digunakan sebagai batuan untuk konstruksi. Kepadatan rata-rata granit adalah 2,75 gr/cm³ dengan jangkauan antara 1,74 dan 2,80. Kata granit berasal dari bahasa Latin granum

Image

C. Batu Kapur
Batu kapur (limestone) dapat terjadi dengan beberapa cara, yaitu secara organik, secara Batu-Kapur-Limestone mekanik, atau secara kimia.Sebagian besar batu kapur yang terdapat di alam terjadi secara organik, jenis ini berasal dari pengendapan cangkang/rumah kerang dan siput, foraminifera atau ganggang, atau berasal dari kerangka binatang koral/kerang. Batu kapur dapat berwarna putih susu, abu muda, abu tua, coklat bahkan hitam, tergantung keberadaan mineral pengotornya.
Penggunaan batu kapur sudah beragam diantaranya untuk bahan kaptan, bahan campuran bangunan, industri karet dan ban, kertas, dan lain-lain

Image

D. Batu Alam / Bata Tempel
Batu bata merupakan material bangunan yang paling banyak bisa kita jumpai. Dan meng-ekspose batu bata pada dinding adalah inovasi yang paling mungkin,karena bukannya bahan dinding tersusun dari susunan batu bata. Tapi perlu diingat bahwa tidak semua batu bata bisa nampak indah bila di ekspose. Batu bata yang bisa di ekspose memang adalah batu bata hias atau yang lebih dikenal dengan bata press yang mempunyai ukuran yang lebih presisi, lebih kuat, lebih padat, pori lebih kecil, permukaan halus dan warnanya lebih indah serta tentunya lebih mahal daripada batu bata biasa. Sedangkan batu bata biasa pori lebih besar, ukuran tidak presisi dan bentuk tidak rapi, mudah pecah. Batu Paras, Batu Andesit (Lempeng), Batu Palimanan (Yogya), Batu Candi (Borubudur), Batu Wonosari, Batu Denpasar (Bali) dll

Image

SUMBER:

http://www.architecchi.com/jenis-penutup-lantai.html

http://membangun-rumah8870.blogspot.com/2012/08/macam-macam-penutup-lantai.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s